- Kita tidak pernah tahu apa yang sedang orang lain pikirkan saat di jalan.
- Kita tidak pernah tahu bagaimana mood tiap pengendara di jalan.
- Kita tidak pernah tahu apa yang akan orang lakukan saat dia tidak menyukai sesuatu di jalan.
Aku seringkali merasa terganggu dengan para pengendara, terutama pengguna sepeda motor, yang menggunakan knalpot berisik. Apalagi saat mereka menyalip dengan kecepatan pelan tapi suaranya yang sangat berisik memekik di telinga. Saking kesalnya kadang mengumpat sendiri dan mengatakan ”死ね”, atau kalau dalam Bahasa Indonesianya "Matilah kau". Aku tahu ini sangat tidak pantas, dan pada kenyataannya pun seringkali menarik kembali perkataan tersebut berharap itu tidak terjadi, tentunya.
Tapi... Ya, begitulah. Bagaimana jika orang-orang yang merasa terganggu dengan apa yang kita lakukan di jalanan mereka mengumpat lalu mendoakan keburukan terjadi pada diri kita, baik secara lisan atau pun dalam pikiran mereka sendiri?
Mungkin saja, keburukan atau kemalangan yang terjadi pada diri kita adalah akibat dari doa mereka, bisa saja, bukan? Maka dari itu, jangan jadi menyebalkan di jalanan saat berkendara. Jujur, sampai hari ini pun Aku seringkali merasa khawatir atau takut jika berkendara. Seringkali ada pengendara motor dari pertigaan gang yang tiba-tiba masuk ke jalan, ibu-ibu yang mau menyalip dengan kecepatan pelan ke arah yang sama, pengendara yang memotong jalan saat menyalip dari arah berlawanan di jalan sempit, dan lain-lain. Saat masih di Jepang, semua itu tidak pernah ada. Orang-orang Jepang berkendara dengan kecepatan konstan dan pelan, mereka bahkan sangat jarang sekali menyalip kendaraan di depannya apabila kendaraan di depan tersebut tidak mempersilakannya sendiri untuk menyalip.
Maa, begitulah indonesia sih ya
0 Komentar