Seperti Apa Postingannya?
Majalengka, 02 Agustus 2025
Saya mengomentari status teman saya yang mana statusnya hasil dibagikan dari TikTok, isinya tulisan seperti curhatan, cukup panjang, menggambarkan bagaimana orang yang menulis tulisan tersebut merasa selalu "dimanfaatkan" oleh orang lain atau orang terdekatnya, padahal dia juga punya "hal-hal lain" yang seharusnya bisa dimengerti oleh orang lain tersebut. Menurut saya, kenapa teman saya posting kembali di whatsapp-nya karena kalimat tersebut seperti menggambarkan keadaan teman saya saat itu.
Seperti Apa Komentar Saya?
Tanpa tahu apa, kenapa, dan bagaimananya. Saya mengomentari postingan tersebut dengan kalimat yang lebih-kurang menganjurkan supaya teman saya tersebut mengabaikan omongan orang lain, seperti ini:
"F*ck them all, ___! F*ck them all!
Kamu tuh keren, kamu tuh hebat lho. Kalau kamu terusik dengan hal-hal
kek gituan kamu tuh payah."
Saya tidak menghina dia, saya berniat menyemangati dia. Supaya dia fokus pada dirinya, kelebihan yang dimilikinya, dan tidak terdistraksi oleh hal-hal yang bisa menghancurkan mental dan usahanya. Tapi mungkin caranya terlalu frontal dan to the point.
Bolehkah Mengomentari Status Whatsapp Orang Lain Seperti Itu?
Teman saya tidak marah, dia juga sepertinya tahu maksud saya bagaimana. Tapi, saya pikir bahwa saya sepertinya tidak boleh mengomentari status dia sembarangan seperti ini. Cuman saya juga merasa tidak menjelekan, atau pun menghina dia. Saya menyemangati dia kok. Tapi tetep aja saya merasa agak kurang enak sama dia dan hendak minta maaf dengan kalimat seperti ini:
"Maaf ya, bukan maksud saya untuk ikut campur urusan kamu."
Udah ditulis padahal, tapi saya hapus lagi.
Kenapa Saya Harus Minta Maaf
Tapi kenapa saya hendak minta maaf? Itu karena saya merasa mencampuri urusan dia. Lho kok kenapa? Bukankah dia update status, memberitahukan masalah dirinya kepada orang lain, melibatkan orang lain ke dalam cerita hidupnya. Bukankah itu sama seperti ajakan pasif untuk ikut campur dalam urusan hidupnya?
Maaf ya, bukan saya tidak mau minta maaf. Dan saya juga paham kok, minta maaf bukan hanya karena kita salah beneran salah. Pada kasus saya ini justru minta maaf sepertinya ideal dan baik.
Kesimpulan
Akhirnya, Saya Tidak Jadi Minta Maaf
Kenapa tidak jadi minta maaf? Karena menurut saya, ketika seseorang
sudah posting tentang dirinya ke media sosial maka perlu disadari bahwa
orang tersebut harus mau, harus menerima jika postingannya dikomentari
oleh orang lain, baik negatif maupun positif.
Ini benar-benar jadi pelajaran juga buat saya, kalau memang tidak mau
orang lain ikut campur dalam hidup atau urusan kita, jangan kasih tahu
orang lain dong. Jangan buat status, postingan, atau apa pun yang berupa
penyebaran informasi pribadi yang tidak mau diikut campuri sama orang
lain.
0 Komentar